NEWS


Pandangan Awal Entrepreneur

peluang bisnis saat ini amatlah banyak..dari bisnis pulsa dengan modal kecil,hingga bisnis tender barang yang dengan modal dan untung yang gila-gilaan.semua itu butuh ide dan kreativitas kita sebagai generasi muda untuk membuat suatu bisnis yang bisa mempekerjakan ratusan bahkan ribuan orang.banyak entrepreneur-entrepreneur muda bermunculan.banyak dari mereka juga yang datang dari latar belakang "kaum jelata" alias berkehidupan yang biasa aja.modal bukan lah sebuah alasan utama dalam menjadi seorang entrepreneur,tapi kemauan dan keyakinan yang besar lah yang dapat membantu.gunakan setiap fasilitas dan kesempatan yang ada.ikuti seminar-seminar yang ada.gabung bersama teman-teman penggila entrepreneur juga.ini akan membantu anda untuk menjadi entrepreneur yang handal.semua itu diawali dari niat."tidak ada awal yang mudah untuk mencapai sebuah hasil yang baik"
Perilaku Entrepreneur
  1. Kepemimpinan
    Orang yang bekerja cerdas adalah orang yang mau memimpin. Menurut Steven R. Covey pemimpin adalah mengkomunikasikan kepada orang lain nilai dan potensi mereka dengan amat jelas sehingga mereka dapat melihat itu dalam diri mereka. Banyak orang mengaku memimpin tapi sebenarnya hanya memerintah saja karena dia tidak menggali potensi yang dipimpinya sehingga anak buahnya hanya menerima perintah saja. banyak orang yang gagal terjun jadi entrepreneur karena dia tidak belajar memimpin orang.Maka belajarlah memimpin orang secara nyata agar bisnis anda lebih berkembang lagi,cara yang paling praktis adalah mempraktekan kepemimpinan secara langsung.Bukan sekedar membaca buku. Contoh lainnya adalah; Ada orang yang Rela mengeluarkan uang untuk mendirikan bisnis merekrut karyawan,setelah itu ia ingin berleha-leha layaknya seorang pemilik bisnis mapan yang punya jam terbang yang tinggi.Alhasil ketika karyawannya melakukan kesalahan ia tidak bisa mengontrol,apalagi memotivasi yang ia lakukan adalah memecat karyawan atau sebaliknya tidak tega memecat karyawan sampai usahanya tutup.
  2. Networking
    Networking bukan hanya dengan pebisnis lain yang sukses namun juga dengan kompetetor,banyak orang yang mempersepsikan bahwa menjadi pebisnis harus bertarung dengan pesaing-pesaingnya sehingga ia tidak mau bergaul dengan pebisnis lain apalagi dengan pesaingnya.Padahal pesaing dalam bisnis ibarat olahraga yang membuat bisnis menjadi sehat.Kadang kala perlu kerjasama dengan pesaing misalnya untuk mengusulkan keringanan retribusi dsb lebih baik lagi kalau kita menganggap pesaing itu mitra,sehingga bisa sharing pengalaman,saling menutupi kekurangan barang apabila salah satu kekurangan atau kelebihan stock.
  3. Prilaku Konsumtif
    Jika orang bisnis berprilaku konsumtif,tentunya sangat berbahaya karena ciri orang bisnis sukses adalah membuat uang menjadi produktif. Kenyataannya banyak orang menggunakan setiap keuntungan bisnisnya hanya untuk kegiatan konsumtif sehingga usahanya dibiarkan jalan seadanya.Setaiap ada untung ia gunakan untuk beli kendaraan baru,renovasi rumah dan belanja yang sifatnya konsumtif tanpa bis memisahkan mana uang bisnis mana uang kebutuhan sehari-hari.
  4. Situasi Diluar Dugaan
    Setiap kali kita merencanakan sesuatu biasanya bertemu dengan situasi diluar rencana. Keunggulan kita di ukur dengan kemampuan menanggulangi masalah yang diluar dugaan. untuk mengurangi hal-hal diluar rencana banyak-banyaklah bergaul dengan orang yang lebih berpengalaman.

Berpikir Positif

Tantangan sebagai pemimpin bisnis tidak ringan. Meski demikian, bukan berarti hal itu membuat kita putus asa. Kesuksesan adalah impian setiap pemimpin, bahkan semua orang. Yakinlah bahwa tiap orang ingin sukses. Tak ada seorang pun yang punya cita-cita untuk gagal.

Mengejar sukses perlu strategi. Kecuali Anda menang lotere, kesuksesan harus diraih lewat suatu upaya, komitment, konsistensi, dan kerja keras. Pondasi terpenting dari langkah menuju sukses adalah sikap Anda. Sikap (attitude) menentukan tingkat kesuksesan yang bakal Anda raih. Ada perbedaan antara orang sukses dengan yang tidak sukses dalam hidup. Kehidupan orang sukses senantiasa diatur dan dibayangi oleh pikiran tentang saat-saat terbaik mereka, rasa optimistis yang tinggi, serta rangkaian pengalaman terbaik mereka. Jim Dornan & Robert C. Naxwell menulis dalam buku mereka yang berjudul Strategi Menuju Sukses (1996), orang yang sukses harus selalu berpikiran positif. Sementara itu, kehidupan orang gagal selalu dibayangi oleh rasa ragu serta bayangan kegagalan di masa lalu. Mereka tidak bisa memaafkan dirinya, bahkan kerap mengutuk dirinya sendiri. Pendeknya, belenggu kegagalan masa lalu harus Anda patahkan, dan mulai arahkan hidup ke masa depan. Pikiran negatif cuma mempersulit kita menjalani dan menikmati hidup.

Perjalanan menuju sukses perlu strategi. Sebagaimana lazimnya, strategi adalah cara mencapai tujuan (visi) dengan jelas. Kriteria tujuan itu adalah S . M . A . R . T . S.M.A.R.T adalah kependekan dari rumus: mesti Spesific (tajam rumusannya), Measurable (terukur), Attainable (bisa dicapai), Realistic (masuk akal), dan Time phase (ada fase-fase waktunya) Visi besar bisa sangat idealistis. Tidak ada yang salah dengan hal ini, asalkan dalam strategi pencapaiannya bisa Anda bagi (cacah) ke dalam bingkai waktu perencanaan. Bisa tahunan, tiga tahunan, dan lima tahunan. Yang terpenting, jika gagal di tengah jalan, segera bangkit. Disinilah sikap (attitude) sangat menentukan.

Ada beberapa tips praktis untuk membangun sikap positif. Diantaranya adalah :
  1. Punya model kesuksesan. Pilih beberapa orang yang Anda anggap sukses, baik yang masih hidup ataupun yang sudah jadi legenda. Proses belajar cepat adalah pertama-tama imitasi (meniru). Bertindak dan berpikirlah seperti mereka. Setelah proses imiasi, masuk ke improvisasi, lalu inovasi dan invensi. Pada gilirannya Anda akan punya gaya sendiri yang otentik.
  2. Tanamkan pikiran positif dan pusatkan pikiran hanya pada hal-hal yang membangun. Dengan demikian Anda akan memancarkan sikap yang baik, dan tidak ragu-ragu untuk menceritakan tujuan atau visi Anda.
  3. Perlakukan setiap orang yang Anda jumpai dalam hidup iini sebagai orang yang paling penting di dunia. Sikap penghormatan yang Anda berikan akan memantul balik pada aura Anda. Usahakan supaya semua orang yang Anda temui merasa dibutuhkan, diperlukan dan dihargai.
  4. Berusaha untuk melihat hal-hal yang terbaik dalam diri tiap orang. Selalu carilah yang terbaik dari setiap gagasan yang muncul.
  5. Jangan buang waktu untuk soal sepele. Dalam manajemen waktu, hal sepele adalah soal-soal yang destruktif terhadap pencapaian visi dan yang merusak hubungan (relasi) dengn orang-orang yang memegang peran penting dalam gambaran visi.
  6. Kembangkan dalam diri kita mental untuk memberi. Tak ada seorang pun yang akan menolak Anda, jika yang akan Anda berikan dan lakukan bakal membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi.
Perlu kita camkan baik-baik bahwa berpikir dan bersikap positif bisa dipelajari dan dilakukan siapa pun. Bagaimana pun keadaannya, apa pun tabiatnya, bahkan setinggi atau serendah apa pun tingkat kecerdasannya.

ORANG SUKSES SELALU BERPIKIRAN POSITIF, SEMENTARA ORANG GAGAL ITU SELALU DIBAYANGI KERAGUAN DAN KEGAGALAN PADA MASA LALU

Penggalian Bakat

Dalam Positive Psychology, dipahami bahwa fokus pada potensi atau keunggulan akan membuat kelemahan-kelemahan kita menjadi tidak berarti. Artinya memberdayakan sisi unggul dari kepribadian seseorang menjadi lebih penting dalam berkontribusi pada peningkatan kinerjanya ketimbang upaya yang berfokus pada perbaikan sisi kelemahannya. Karena pada hakekatnya keunggulan justru akan menutupi kelemahan seseorang dalam berunjuk kerja. Itu sebabnya dalam paham ini, menggali dan mengetahui (discover) apa bakat-bakat (potensi positif) seseorang menjadi langkah pertama yang penting yang harus dilakukan sebelum kita bisa manfaatkannya untuk berunjuk kerja. Berbagai alat/ cara mulai dari Strengths Finder yang di perkenalkan oleh Donald Clifton dari Gallup sampai Strengths Identifying yang ditawarkan Kristine Alleman dan kawan-kawan bisa dipakai untuk keperluan ini.

Masalahnya, apakah dengan mengetahui bakat-bakatnya sudah cukup bagi seseorang untuk berunjuk kerja secara unggul? Itu semua memang tidak cukup! Mengapa demikian? Mengutip pernyataan Marcus Buckingham, “The personality-profile or Talent Profile is not a label of strengths. Strengths however, are described by actual activities (work) that done consistently and near perfect” Dari pernyataan ini kita tahu bahwa kekuatan seseorang bukan dinyatakan dalam bentuk Bakat, tapi diperlihatkan dalam bentuk unjuk kerja yang nyaris sempurna. Untuk jelasnya, mari kita simak bersama-sama perumpamaan dibawah ini.

Anggap anda mempunyai uang yang tersimpan dalam lemari besi. Anda tidak tahu pasti berapa jumlah uang anda yang ada dalam lemari besi itu. Pada kondisi yang demikian itu, walaupun anda punya modal (potensi), sudah barang tentu anda tidak akan mampu merencanakan bisnis apa yang sesuai dengan jumlah nominal modal anda. Karena anda tidak tahu pasti berapa jumlah uang yang tersedia pada lemari besi anda. Sama halnya dengan Bakat yang menjadi potensi seseorang, jika ia tidak pernah tahu apa Bakat yang dimilikinya maka kemungkinan besar ia akan gagal dalam berunjuk kerja.

10 Penghalang Kesuksesan

  1. Menyalahkan Orang Lain
    Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

  2. Menyalahkan Diri Sendiri
    Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

  3. Tidak Punya Goal/Cita-cita
    Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

  4. Punya Goal tapi Ngawur Menggapainya
    Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

  5. Mengambil Jalan Pintas, Short Cut
    Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada !

  6. Mengambil Jalan Terlalu Panjang, Terlalu Santai
    Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

  7. Mengabaikan Hal-hal yang Kecil
    Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

  8. Terlalu Cepat Menyerah
    Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

  9. Bayang-bayang Masa Lalu
    Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?
    Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

  10. Menghipnotis Diri dengan Kesuksesan Semu
    Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan:"Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju. "Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan tetapi... Tidak ada keberhasilan TANPA usaha dan tindakan."

Strategi Bisnis

bisnis makanan saat-saat ini sedang banyak diminati oleh para pebisnis muda.hal ini bukannya tanpa alasan.karena makanan dinilai memiliki pasar yang luas,dan tidak akan lekang dimakan waktu.misal kita membuat sebuah baju,maka baju itu akan usang 6-10 bulan mendatang.tapi jika kita membuat makanan,asal kita menjaga mutu dan khas dari makanan itu,pasti akan tetap digemari.karena manusia secaar umumnya pasti membutuhkan yang namanya makanan.tapi permasalahannya,terlalu banyak makanan jaman sekarang.nah,itulah tantangan bagi kita sebagai entrepreneur yang kreatif dan inovatif untuk membuat strategi bisnis yang menarik dan menjangkau pasar atau market yang luas.contohnya dari segi tempat makan,kita buat dimana suasana seperti rumah sendiri yang memiliki privasi bagi pengunjungnya.atau dari segi menu yang ditawarkan,kita buat menu yang berbeda daripada lainnya.seperti contohnya pizza ayam dengan saus cola,atau yang lainnya.pengembangan ide seperti ini sangat diperlukan bagi para entrepreneur muda untuk memajukan ekonomi Indonesia pada umumnya.agar kemajuan bangsa ini dapat tercapai.